Doa Nabi Adam Untuk Bertemu Hawa dan di Multazam

Adam adalah ayah dari manusia, dia adalah manusia pertama di alam semesta ini. Kita harus menghormati Adam dan Hawa, berdoa untuk mereka melalui doa orang tua; bukan malah mengutuk kesalahannya tentang dosa memakan buah khuldi.

Nabi Adam juga seperti Nabi Jusuf, sebelum dia ditetapkan untuk tugas yang berat dan mulia, dia diuji dan dicoba. Ketika Adam jelas-jelas berdosa karena melanggar larangan Tuhan, iblis terlibat. Ketika Adam dan Hawa bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka, iblis sebaliknya melawan, siap untuk masuk neraka dan mengancam akan memusuhi Adam dan keturunannya sampai hari kiamat.

Peristiwa Adam karena pelanggarannya telah diriwayatkan oleh semua kitab suci, termasuk Alquran. Perbedaan ceritanya terletak, bahwa Alquran menceritakan tentang pertobatan Adam dan karena ketulusan taubatnya, dosa-dosanya diampuni oleh Allah dan diarahkan ke dunia untuk menjadi Khaliffatullah di bumi. Al-Quran, menceritakan doa-doa Adam dan Hawa dalam Surat Al-A’raf Ayat 23:

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Arab-Latin: Qālā rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn

Terjemahan Arti: Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

doa nabi adam
doa nabi adam Untuk Bertemu Hawa dan di Multazam

Doa Nabi Adam Untuk Bertemu Hawa

Do’a Nabi Adam as. saat Nabi Adam as. ingin bertemu Siti Hawa karena kerinduan dalam perpisahan yg panjang. Ada yang mengatakan Nabi Adam mencari hawa sampai 200 tahun, 300 tahun bahkan 500 tahun, Beliau berdo’a dengan bertawassul kepada Baginda Nabi Muhammad Saw.

“Allahumma inni atawassalu ilaika bijahi Sayyidina Muhammad.”

Artinya “Ya Allah, sesungguhnya aku bertawassul kepada-Mu, dengan derajat Baginda Nabi Muhammad Saw.”

Dengan doa tersebut, permohonan Nabi Adam as. langsung dikabulkan oleh Allah Ta’ala, dan akhirnya Nabi Adam as. & Siti Hawa bertemu di Jabal Rahmah (bukit kasih sayang).

Doa Nabi Adam Di Multazam

Nabi Adam pernah tertipu dengan rayuan iblis. Allah memerintahkan pada Nabi Adam untuk tidak memakan buah di surga. Namun, iblis merayu dan menipu Nabi Adam hingaa akhirnya memakan buah itu.

Ketika itu, Nabi Adam turun ke muka bumi itu memutari Ka’bah sebanyak tujuh kali dan salat dua rakaat. Usai salat, Nabi Adam mendatangi multazam, dinding Ka’bah yang terdapat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Dia pun berdoa:

Allohumma innaka ta‘lamu sirri wa ‘alaniyyati, faqbal ma‘dzirati. Wa ta‘lam ma fi nafsi faghfir li dzunubi. Wa ta‘lam hajati fa a‘thini suali. Allohumma inni as’aluka imanan yubasyir qalbi, wa yaqinan shodiqon hatta a‘lama annahu la yushibuni illa ma katabtu li, war ridho bima qodhoita ‘alayya.

Ya Allah, Engkau mengetahui rahasia dan tindak-tandukku, terimalah permohonan maafku. Engkau mengetahui detak hatiku, ampunilah dosaku. Engkau mengetahui kebutuhanku, kabulkanlah permohonanku. Ya Allah, aku memohon pada-Mu diberikan keimanan yang meresap dalam hati, keyakinan yang teguh sehingga aku yakin bahwa tidak ada apa pun yang akan menimpaku kecuali karena takdir yang telah Engkau catat, dan aku rida terhadap ketentuan yang Engkau tetapkan untukku.

Menurut Syekh Abu Bakar Syatha, Allah memberikan wahyu pada Nabi Adam bahwa anak cucu Nabi Adam yang memohon dengan doa seperti doa Nabi Adam itu kesulitannya akan diringankan, rezekinya dicukupi dari mana pun datangnya, dan dicukupi segala kebutuhan duniawinya walaupun ia tidak mengharapkan.

Sumber: Islami.co