Doa Nabi Ayub Untuk Sembuh Penyakit Arti Arab dan Latin

Tuhan memaknai bahwa dalam kehidupan manusia akan banyak pergumulan, baik di luar maupun di dalam diri sendiri. Umumnya bila suka, pergulatan tidak terasa, dan bila penderitaan itu terjadi, maka dada terasa sesak. Pada saat seperti itu, tidak peduli siapa manusia, mereka pasti akan mencoba, berdoa dan menyerah; selain mukmin, ketaatan dan doanya ditujukan kepada Allah SWT yang Maha Kuasa dan Maha Tahu atas segala sesuatu. Tuhan berkata:

Quran Surat Al-Baqarah Ayat 45

وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ

Arab-Latin: Wasta’īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, wa innahā lakabīratun illā ‘alal-khāsyi’īn

Terjemah Arti: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

Beberapa ulama menempatkan arti kesabaran adalah usaha yang tidak kenal lelah, sedangkan kata doa ada didalamnya termasuk doa. Benar bahwa usaha dan doa adalah dua rukun yang tidak bisa diabaikan, bahkan ketika usaha tersebut menemui jalan buntu, doa tetap berfungsi untuk bergerak melampaui jangkauan penglihatan mata dan pendengaran telinga. Rasulullah SAW berkata yang berarti:

“Barangsiapa membukakan pintu sholat berarti pintu rahmat telah dibukakan untuknya. Tidak ada yang diminta seseorang kepada Allah yang lebih dicintainya selain permintaan ‘afiat. Adapun shalatnya sangat bermanfaat untuk sesuatu (takdir) yang telah terjadi dan juga untuk hal-hal yang belum terjadi. Tidak ada yang bisa menolak ketetapan Tuhan (Qadha ‘) kecuali shalat, oleh karena itu berdoalah. ”

Doa Nabi Ayub Untuk Sembuh Penyakit

doa nabi ayub
Doa Nabi Ayub: Arti Arab dan Latin

Nabi Ayub  pernah menghadapi ujian berat, hartanya habis, anak-anaknya meninggal dunia, ternaknya binasa, dan Nabi Ayyub ditinggal sendiri dengan cobaan penyakit berat. Semua anggota badannya terkena penyakit kulit.

Demikian Nabi Ayyub, ketika ia terserang penyakit yang sulit disembuhkan, ia tidak putus asa. Ia tahu dan yakin bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, hanya kadang ilmu manusia belum menemukannya atau “taufiq” (perkenanan Tuhan) tidak ada. Demikianlah saat-saat di luar imajinasi mata biasa, di luar jangkauan sains, pertolongan Tuhan datang. Nabi Ayyub berdoa, mengeluh kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta dan Tuhan berkata:

Quran Surat Al-Anbiya Ayat 83

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

Arab-Latin: Wa ayyụba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

Terjemah Arti: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.

Quran Surat Al-Anbiya Ayat 84

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَٰبِدِينَ

Arab-Latin: Fastajabnā lahụ fa kasyafnā mā bihī min ḍurriw wa ātaināhu ahlahụ wa miṡlahum ma’ahum raḥmatam min ‘indinā wa żikrā lil-‘ābidīn

Terjemah Arti: Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.