Doa Nabi Zakaria: Arti Arab dan Latin Dalam Al-Quran minta keturunan

Nabi Zakaria dan keluarganya sangat ingin memiliki seorang anak, meskipun ia memberitahu mereka bahwa ia sudah sangat tua. Situasi seperti itu tergambar dalam wahyu Allah yang mencatat kejadian-kejadian saat dia berdoa:

doa minta keturunan dari Nabi Zakaria:

nabi zakaria
doa nabi zakaria

Quran Surat Maryam Ayat 4

قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ ٱلْعَظْمُ مِنِّى وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا

Arab-Latin: Qāla rabbi innī wahanal-‘aẓmu minnī wasyta’alar-ra`su syaibaw wa lam akum bidu’ā`ika rabbi syaqiyyā

Terjemah Arti: Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.

Lingkungan pangeran dan putri dalam keluarga akan menjadi ujung kehidupan suami istri, penghibur rumah tangga, pewaris harta keturunan, penyebar agama, pendiri karya dan pendaki doa bagi kedua orang tuanya. Begitu pentingnya kehadiran anak di lingkungan keluarga, tak perlu diragukan lagi. Untuk itu, Nabi Zakaria berdoa untuk mengadu kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Quran Surat Al-Anbiya Ayat 89

وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

Arab-Latin: Wa zakariyyā iż nādā rabbahụ rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn

Terjemah Arti: Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.

Kemudian Allah mengabulkan doa Zakaria dengan lahirnya seorang anak, Yahya a.s.

Kisah Nabi Zakaria Dalam Al-Quran

Zakariyya (bahasa Arab: زَكَرِيَّا‎ Zakariyyāʾ, Ibrani: זכריה Zəḵaryāh) adalah tokoh dalam Al-Qur’an dan Alkitab. Dia adalah salah seorang nabi Bani Israil. Zakariyya berperan sebagai wali dari Maryam dan ayah dari Yahya. Zakariyya hidup di Palestina pada masa kekuasaan Romawi.

Quran Surat Maryam Ayat 2

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُۥ زَكَرِيَّآ

Arab-Latin: żikru raḥmati rabbika ‘abdahụ zakariyyā

Terjemah Arti: (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,

Quran Surat Maryam Ayat 3

إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ نِدَآءً خَفِيًّا

Arab-Latin: Iż nādā rabbahụ nidā`an khafiyyā

Terjemah Arti: Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

Quran Surat Maryam Ayat 5

وَإِنِّى خِفْتُ ٱلْمَوَٰلِىَ مِن وَرَآءِى وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًا فَهَبْ لِى مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا

Arab-Latin: Wa innī khiftul-mawāliya miw warā`ī wa kānatimra`atī ‘āqiran fa hab lī mil ladungka waliyyā

Terjemah Arti: Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,

Al-Qur’an menyebutkan bahwa saat mengunjungi Maryam di ruang khusus ibadahnya, Zakariyya melihat makanan. Saat ditanya asal makanan ini, Maryam menjawab bahwa itu dari Allah. Kemudian Zakariyya berdoa agar juga dikaruniai keturunan.

Para ulama menjelaskan bahwa Maryam mendapatkan buah-buahan yang bukan musimnya sebagai bentuk mukjizat. Zakariyya yang melihat kesalehan Maryam dan karunia Allah yang dikaruniakan padanya menjadi ingin memiliki keturunan sendiri.

Dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa Zakariyya memohon dengan suara lembut di ruang ibadahnya. Disebutkan bahwa dia sudah berusia senja kala itu dan istrinya adalah seorang wanita mandul. Dia mengkhawatirkan kerabatnya sepeninggalnya dan memohon anak yang akan menjadi pewaris keluarga Ya’qub. Beberapa penafsir menyebutkan bahwa Zakariyya khawatir bahwa setelah dirinya meninggal, kerabatnya tidak bisa mengurus dan memandu Bani Israil dengan hukum Allah sebagaimana mestinya, sehingga dia memohon dikaruniai anak yang saleh dan berbakti agar bisa melanjutkan tugasnya kelak dan menjadi pewaris spiritualnya. Dalam hukum Musa sendiri juga dijelaskan bahwa secara hukum, kedudukan imam itu diwariskan dari ayah ke putranya di kalangan keturunan Harun.

Al-Qur’an kemudian menjelaskan bahwa setelahnya, malaikat datang dan mengabarkan bahwa Zakariyya akan memiliki seorang putra yang bernama Yahya. Zakariyya menanyakan caranya dia memiliki anak, padahal dia sudah berusia senja dan Elisyeba sendiri adalah wanita mandul. Melalui malaikat, Allah menjelaskan bahwa itu adalah hal yang mudah. Zakariyya meminta tanda dan Allah membalas bahwa Zakariyya tidak akan mampu bicara selama tiga hari tiga malam, padahal dia dalam keadaan sehat.