Nabi Sulaiman dalam Al-Qur’an Ayat dan Artinya Latin Arab

Nama Sulaiman disebutkan dalam Al-Qur’an (kitab suci Islam) sebanyak tujuh belas kali dan kisahnya disebutkan dalam Surah Al-Baqarah (2): 102, Al-Anbiya’ (21): 78-82, An-Naml (27): 15-44, Saba’ (34): 12-14, dan Shad (38): 30-40.

nabi sulaiman dalam Al-Qur'an
nabi sulaiman dalam Al-Qur’an. ayat, terjemahan arti arab latin

1. Sulaiman dipandang sebagai nabi dalam Islam dan disebutkan dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 163

إِنَّآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ كَمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ نُوحٍ وَٱلنَّبِيِّۦنَ مِنۢ بَعْدِهِۦ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ
وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَٰرُونَ وَسُلَيْمَٰنَ ۚ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا

Arab-Latin: Inna auḥaina ilaika kama auḥaina ila nuḥiw wan-nabiyyina mim ba’dih, wa auḥaina ila ibrahima wa isma’ila wa is-ḥaqa wa ya’quba wal-asbaṭi wa ‘isa wa ayyuba wa yunusa wa haruna wa sulaiman, wa ataina dawuda zabura

Terjemah Arti: Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

Dalam Al-Qur’an, Surat Al-An’am Ayat 84 dia disebut sebagai sosok yang diberi petunjuk.

وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَمِن ذُرِّيَّتِهِۦ دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَٰنَ وَأَيُّوبَ
وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

Arab-Latin: Wa wahabna lahu is-ḥaqa wa ya’qub, kullan hadaina wa nuḥan hadaina ming qablu wa min zurriyyatihi dawuda wa sulaimana wa ayyuba wa yusufa wa musa wa harun, wa kazalika najzil-muḥsinin

Terjemah Arti: Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya’qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Tafsir Quran Surat Al-An’am Ayat 84 84. Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim putranya, Ishaq dan cucunya, Ya’qub. Dan keduanya Kami bimbing ke jalan yang lurus. Sebelum itu Kami telah membimbing Nuh (ke jalan yang lurus). Dan Kami pun telah membimbing sebagian dari keturunan Nuh, Daud beserta putranya yaitu Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa beserta saudaranya yaitu Harun -‘Alaihimussalam- ke jalan yang benar. Dan balasan seperti yang Kami berikan kepada para nabi sebagai imbalan atas kebaikan mereka itu pun akan Kami berikan kepada orang-orang yang berbuat baik dari golongan lain sebagai imbalan atas kebaikan mereka.

2. Nabi Sulaiman memiliki pemahaman akan hukum, kebijaksanaan, dan ilmu seperti yang disebutkan dalam Surat Al-Anbiya Ayat 79 dan Surat An-Naml Ayat 15

Surat An-Naml Ayat 15

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَٰنَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Arab-Latin: Wa laqad ataina dawụda wa sulaimana ‘ilma, wa qalal-ḥamdu lillahillażi faḍḍalana ‘ala kaṡirim min ‘ibadihil-mu`minin

Terjemah Arti: Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman”. (QS. An-Naml 27: Ayat 15)

Al-Anbiya Ayat 79

فَفَهَّمْنَٰهَا سُلَيْمَٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ

Arab-Latin: Fa fahhamnaha sulaiman, wa kullan ataina ḥukmaw wa ‘ilmaw wa sakhkharna ma’a dawụdal-jibala yusabbiḥna waṭ-ṭair, wa kunna fa’ilin

Terjemah Arti: Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.

3. Sebaik-baik hamba, sangat taat pada Allah

وَوَهَبْنَا لِدَاوُۥدَ سُلَيْمَٰنَ ۚ نِعْمَ ٱلْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ

Arab-Latin: Wa wahabna lidawụda sulaiman, ni’mal-‘abd, innahu awwab

Terjemah Arti: Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya),

4. Memiliki tempat kembali yang baik dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah.

Surat Shad Ayat 40

وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَـَٔابٍ

Arab-Latin: Wa inna lahụ ‘indana lazulfa wa ḥusna ma`ab

Terjemah Arti: Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

5. Sulaiman tidak kafir, tetapi setanlah yang kafir dan mengajarkan sihir

Sebagaimana para nabi yang lain, pesan ketauhidan (mengesakan Allah) dalam kisah Sulaiman juga sangat menonjol, seperti saat Sulaiman mengajak Balqis berserah diri kepada Allah. Tradisi Islam biasanya tidak menerima pernyataan bahwa Sulaiman menjadi penyembah berhala sebagaimana dalam tradisi Yahudi dan Kristen.

Quran Surat Al-Baqarah Ayat 102

وَٱتَّبَعُوا۟ مَا تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَٰنُ وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَمَٰرُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ ۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا۟ لَمَنِ ٱشْتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنْ خَلَٰقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

Arab-Latin: Wattaba’ụ ma tatlusy-syayaṭinu ‘ala mulki sulaiman, wa ma kafara sulaimanu wa lakinnasy-syayaṭina kafarụ yu’allimụnan-nasas-siḥra wa ma unzila ‘alal-malakaini bibabila harụta wa marụt, wa ma yu’allimani min aḥadin ḥatta yaqụla innama naḥnu fitnatun fa la takfur, fa yata’allamụna min-huma ma yufarriqụna bihi bainal-mar’i wa zaujih, wa ma hum biḍarrina bihi min aḥadin illa bi`iżnillah, wa yata’allamụna ma yaḍurruhum wa la yanfa’uhum, wa laqad ‘alimụ lamanisytarahu ma lahụ fil-akhirati min khalaq, wa labi`sa ma syarau bihi anfusahum, lau kanụ ya’lamụn

Terjemah Arti: Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.

6. Surat Al-Anbiya Ayat 78 – 82

Quran Surat Al-Anbiya Ayat 78

وَدَاوُۥدَ وَسُلَيْمَٰنَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِى ٱلْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ ٱلْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَٰهِدِينَ

Arab-Latin: Wa dawụda wa sulaimana iż yaḥkumani fil-ḥarṡi iż nafasyat fihi ganamul-qaụm, wa kunna liḥukmihim syahidin

Terjemah Arti: Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu,

Quran Surat Al-Anbiya Ayat 79

َفَهَّمْنَٰهَا سُلَيْمَٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ

Arab-Latin: Fa fahhamnaha sulaiman, wa kullan ataina ḥukmaw wa ‘ilmaw wa sakhkharna ma’a dawụdal-jibala yusabbiḥna waṭ-ṭair, wa kunna fa’ilin

Terjemah Arti: Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.

Quran Surat Al-Anbiya Ayat 80

وَعَلَّمْنَٰهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُم مِّنۢ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنتُمْ شَٰكِرُونَ Arab-Latin: Wa ‘allamnahu ṣan’ata labụsil lakum lituhṣinakum mim ba`sikum, fa hal antum syakirụn

Terjemah Arti: Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

Quran Surat Al-Anbiya Ayat 81

وَلِسُلَيْمَٰنَ ٱلرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِى بِأَمْرِهِۦٓ إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَىْءٍ عَٰلِمِينَ

Arab-Latin: Wa lisulaimanar-riḥa ‘aṣifatan tajri bi`amrihi ilal-arḍillati barakna fiha, wa kunna bikulli syai`in ‘alimin

Terjemah Arti: Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

Quran Surat Al-Anbiya Ayat 82

وَمِنَ ٱلشَّيَٰطِينِ مَن يَغُوصُونَ لَهُۥ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَكُنَّا لَهُمْ حَٰفِظِينَ

Arab-Latin: Wa minasy-syayaṭini may yagụṣụna lahụ wa ya’malụna ‘amalan dụna żalik, wa kunna lahum ḥafiẓin

Terjemah Arti: Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu,