Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara Probono Jokowi-Ma’ruf

4 views
Yusril Ihza Mahendra dan Erick Thohir

Yusril Ihza Mahendra dan Erick Thohir berpoto bersama

Yusril Ihza Mahendra Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) resmi menjadi tim pengacara Jokowi - Ma'ruf di pemilu presiden 2019. Yusril menuturkan mula-mula ia bertemu dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf, Erick Thohir satu minggu lalu di Hotel Mulia, Jakarta.

Perjumpaan itu, kata Yusril, dibuka dengan saling menyampaikan dan menitipkan salam. Erick menyampaikan salam Jokowi pada Yusril, dan Yusril menitipan salam pada Jokowi melalui Erick. Yusril mengingat pada perbincangan itu Erick menanyakan apakah ia bersedia menjadi pengacara Jokowi - Ma'ruf, dalam kedudukannya sebagai capres-cawapres.

"Maka saya katakan pada Pak Erick, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan saya. Akhirnya saya memutuskan untuk setuju dan menjadi pengacaranya kedua beliau (Jokowi-Ma'ruf) itu," ujar Yusril pada wartawan, Senin, 5 November 2018.

Menurut Yusril, Erick saat itu mengingatkan bahwa menjadi pengacara Jokowi - Ma'ruf berarti tanpa bayaran sama sekali alias probono. Yusril pun mengatakan setuju saja, karena ia sudah biasa menjadi pengacara probono. Ia mencontohkan saat menerima kasus gugatan Prabowo Subianto kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Mahkamah Konstitusi dalam konteks pemilihan presiden 2014. Ia mengklaim menerima kasus itu secara cuma-cuma.

Pro bono publico adalah frasa Latin untuk pekerjaan profesional yang dilakukan secara sukarela dan tanpa pembayaran. Yusril mencontohkan saat menerima kasus gugatan Prabowo Subianto kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Mahkamah Konstitusi dalam konteks pemilihan presiden 2014. Ia mengklaim menerima kasus itu secara cuma-cuma.

Walau kini menjadi lawyer Jokowi-Ma'ruf, ia mengaku berdiri dalam posisi profesional. Mengenai sikap PBB, Yusril mengaku baru akan diumumkan pada Desember mendatang.

PBB sampai saat ini belum memutuskan memberikan dukungan ke paslon yang mana. PBB memang tidak dalam posisi bisa mencalonkan paslon. Kalau memberi dukungan, sifatnya informal. Masalah itu akan dibahas dan diputuskan bulan Desember nanti dalam Rakornas PBB," ujar Yusril.

"Jika ada hak-hak Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf yang dilanggar, beliau dihujat, dicaci, dan difitnah, misalnya, tentu saya akan melakukan pembelaan dan menunjukkan fakta-fakta yang sesungguhnya atau sebaliknya agar segala sesuatunya dapat diletakkan pada proporsi yang sebenarnya," tegas Yusril.

Tags: #Erick Thohir #Jokowi - Ma'ruf #Yusril Ihza Mahendra